• dear diary

    Majalah Dinding.

    Sebenarnya tidak ada hal yang menarik untuk dibagikan jika mengingat tentang majalah dinding saat sekolah, saat SD belum ada majalah dinding, saat SMP juga begitu, nggak ada hal yang menarik, hanya sekota kaca yang berisi selebaran pengumuman sekolah. Itu saja sih. Kurang tahu juga kenapa mading nggak begitu atraktif, menurut sepahamanku saat masih sekolah dulu, yang mengelola mading ya OSIS, tapi kurang maksimal saja. Kadang beberapa minggu nggak ada isinya sama sekali. Mading kurang atraktif karena setiap kelas memiliki papan pengumuman sendiri, selain berisi jadwal piket dan jadwal kelas ada beberapa pengumuman kelas yang di pajang di depan. Dihiasi dengan kertas asturo yang warnanya gonjreng, tulisan yang dihiasi ini itu,…

  • dear diary

    Nasi goreng mudah, cepat, enak dan mengenyangkan

    Ternyata bulan April masih menjadi Bulan penghujan, aku kira Bulan Februari merupakan puncak dari musim penghujan. Hampir setiap hari, menjelang subuh selalu diguyur hujan, atau malam hari saat terlelap tiba – tiba dibangunkan oleh suara gemuruh kemudian suara hujan yang deras, bersyukur karena masih diberikan udara sejuk selepas hujan, aroma tanah yang menangkan. Tapi, jika hujan turun saat menjelang subuh, biasanya dibikin repot, apalagi kalau dilanda rasa malas untuk pergi ke pasar meskipun jarak pasar sangat dekat dari rumah. Oke deh, sudah diniati untuk ke pasar, eh ternyata pedagangnya banyak yang nggak jualan. Mau beli masakan yang udah matang, ternyata menunya bikin nggak berselera. Kalau sudah begini, rasanya harus siap…

  • dear diary,  tips

    Ketika Blogger Mulai Bosan.

    Pernah nggak sih tanggungan postingan numpuk, kita bosan malah tanggungan nggak segera ditulis, malah ditinggal begitu saja, karena banyaknya tanggungan malah bingung mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Kalau aku pernah seperti itu, apalagi kalau sebelum datang bulan datang, wuuh, rasanya nggak mau nyentuh sosmed maupun blog sama sekali, bawaannya ngemil kemudian tidur. Bukan ingin mengkambinghitamkan datang bulan, tetapi memang emosi saat datang bulan nggak stabil. Dipaksa untuk nulis postingan, malah yang ditulis nggak sesuai dengan hati, berasa kaku, atau malah nggak jelas nulis apa. Daripada nggak maksimal, malah ditinggal begitu saja nggak dikerjakan. Rasa jenuh pasti ada, apalagi kalau dilakukan secara rutin, kadang semangat 45, hingga sehari bisa dapat…

  • dear diary

    Liburan Murah Meriah

    Kebanyakan kalau akhir pekan, jalan – jalan cantik ke mall, mau gimana lagi, lokasinya dekat dengan rumah. Kalau ke tempat wisata ya ke Malang, tapi jaraknya jauh banget, apalagi nanti macet di sekitar porong. Rencananya mau liburan malah capek di perjalanan, nggak menikmati liburan. Baru – baru ini Sidoarjo memiliki tempat wisata yang cocok untuk keluarga, mudah dijangkau dan hemat. Mau tahu? Pergi yuk ke Alun – alun Sidoarjo. Alun – alun Sidoarjo semakin cantik, dan nyaman untuk berolahraga, jalan santai, duduk – duduk cantik, atau sebagai tempat berkumpulnya komunitas. Dulu, kesannya kumuh banget, becek, suram, banyak pedagang. Mungkin, karena melihat “tetangga” sebelah yaitu Surabaya yang sangat giat mempercantik taman…

  • dear diary

    Hemat ala – ala

    Sebagian pengalaman yang menyenangkan ketika jadi blogger adalah diundang untuk menghadiri suatu event, ada yang dapat fee ada juga yang memang butuh ilmunya, jadi penting banget untuk hadir. Mungkin banyak teman blogger yang “melibas” semua event yang bertebaran. Kalau aku sih butuh pilah – pilih untuk menghadiri suatu event. Diantaranya, jarak tempuh, maklum masih angkoters, jadi ya cari event yang lokasinya dekat dan mudah diakses oleh kendaraan umum, pernah sih ke kenjeran yang jauh banget dari rumah, tapi emang seru acaranya, jadi ya capcus aja, kenjeran masih bisa dijamah oleh angkot, jadi lets go! berikutnya, ikut acara yang jam pagi atau siang, kalau acara malam skip dulu, orangtua juga nggak…

  • dear diary

    Doyan Berantem

    Nggak tahu awal mula doyan berantem kapan dan kenapa, kalau ada teman yang godain, langsung aku pukul. Kalau ingat jaman masih kecil (Sekolah Dasar) mau ketawa aja. Seperti halnya anak kecil lainnya, berebut bangku saat les. Ada semacam geng kecil di kelas, aku dan keempat temanku. Saat itu sudah punya “musuh”, padahal si “musuh” ini nggak ada salah apa – apa sih, tapi ya gitu, genit, terlalu lemah gemulai, sama teman cewek lainnya sangat judes, tapi kalau sama teman cowok lembut banget. Nah, gara – gara itu maka aku dan teman geng selalu saja ada gesrekan, masalah kecil aja sudah ada pertengkaran kecil, dari yang adu mulut, cakar – cakaran…

  • dear diary,  one day one article

    Dulu Vs Sekarang

    dulu vs sekarang Hari ini, setelah menemani Bapak untuk mengurus laporan pajak, langsung mampir ke rumah Pak De (Masnya Bapak). Rumah Pak De lumayan dekat dari rumahku, tapi jarang untuk mampir, biasanya sebulan sekali atau dua bulan sekali mampir, ya gimana dong karena memang kesehatan Pak De yang memang sudah sepuh (tahu lah ya gimana) hehehe.. yang penting bisa menyempatkan waktu. Tak lupa bawa buah tangan buah naga, pilihan yang cocok bagi orangtua karena memang untuk buah tangan harus melihat “mau diberikan ke siapa?” nggak mungkin dong dibelikan gorengan, wahh bisa kolesterol. Rumah Pak De cukup besar, tetapi hanya ada Pak De, istri, dan dua cucu. Anaknya sudah hidup Mandiri…

  • dear diary,  one day one article

    Menghadapi MEA, Apa Yang Harus Dilakukan Blogger?

    Gaung MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah terdengar beberapa tahun yang lalu, tetapi semakin terasa gaungnya ketika 2 tahun belakangan ini. Ada yang menyebut MEA sebagai momentun untuk melebarkan sayap agar Go International, dan masih banyak yang melihat MEA sebagai ancaman, terutama dengan banyaknya tenaga kerja asing dengan profesi tertentu yang “katanya” memiliki tarif yang lebih murah dengan skil yang di atas rata – rata, benarkah? Selain perdagangan jasa, dalam industri pun juga begitu, berhubung saya mengikuti beberapa grup crafter yang memang ujung – ujungnya nanti bakalan jadi UKM, pasti dong ada rasa kekhawatiran tersendiri. Sebelum ada MEA, aksesoris wanita banyak yang impor dari “tetangga”, apalagi dengan adanya MEA, yang seakan…